Tag: let go

  • Sayonara My Precious…

    Ceritanya ini adalah sebuah benda yang "hampir selalu" nempel dan menggantung di badan saya setiap hari. Wireless Stereo Headset : LG Tone HBS 700, dengan konektivitas bluetooth senantiasa mengisi telinga saya dengan musik2 yang sesuai mood dan kondisi saat itu plus bisa juga dipake telp kalo sedang di jalan, sangat fleksibel dan asik buat dipake latihan dance. Tapi itu semua tinggal cerita, sayonara my precious..

     

    Headset/earphone kan banyak ya dijual di mana-mana, dan juga udah sering saya gunakan sejak pertama dulu punya walkman untuk dengerin musik. Hampir setiap kegiatan yang dilakukan sendiri pasti ditemani dengan musik. Tapi ternyata beberapa kegiatan membuat penggunaan headset ini tidak praktis, misalnya ketika bermotor kabel nya kemana-mana, trus juga jack yang dicolok ke device nya itu seringkali putus dan terbelah. Waktu dengerin musik buat latihan dance sendiri juga sering belibet dengan kabelnya dan satu tangan kudu pegang2 gadgetnya (ipad atau ipod touch atau hape nya). 

    Akhirnya kenal lah saya dengan teknologi headset bluetooth, yang memungkinkan penggunaan headset dengan menghilangkan faktor kabel yang belibet plus lebih fleksibel karena device dan player nya bisa diletakkan di tempat yang rada jauh plus secara fungsional juga bisa buat telp dll. Setelah survey beberapa merek wireless headset, jatuhlah pilihan ke LG TONE HBS 700 ini. 

    Pertimbangan kenapa milih produk ini selain dia wireless, stereo (kualitas suara oke), dan ada perantara kabelnya sehingga ga langsung nempel ke telinga karena kalau pake motor akan susah dan bentrok dengan helm. Secara design juga cukup oke dan fashionable. Fungsionalitas dan interface nya juga cukup, ga hanya ada simple playback, volume control juga bisa terima telpon (kalau dihubungkan ke HP tentunya). Dari segi power dan batre nya pun dia bisa dicharge dengan charger BB dan punya daya tahan yang lama (10 jam kalo non stop denger musik, 15 jam talk time, dan kalau standby sih 2 harian ga di charge masih ok)

    LG Tone HBS 700

    Eh.. ternyata oh ternyata ini produk ga ada dong di Indonesia, sudah cari di Bandung dan Jakarta, di toko2 elektronik yang terkenal sampe yang tersembunyi, pada ga ada. Kebanyakan jual yang cuma buat sebelah telinga gitu kayak film2 secret service, CIA gitu2 deh. Produk ini adanya di Ebay, amazon dan beberapa e-commerce yang tentunya juga ga di Indonesia yang sudah pasti ongkos kirimnya aja bisa hampir setengah harganya. Ampun deh. Untungnya ada temen yang mau balik dari Amerika yang bisa dititipin, jadi waktu itu saya beli di Amazon untuk minta tolong bawain ke Indonesia.

    Setelah hampir 2 tahun menemani, akhirnya ini headset rusak juga, terkelupas kabelnya dan hilang suaranya. Entah karena saya sering sembrono waktu pasang dan lepas ini headset di leher, atau emang karena sering diekspose ke dunia luar, pake motor dlsb jadilah dia ngelupas. Sudah diselotape dan berhasil beberapa waktu, tapi sekarang ga bertahan juga, dicoba iket2 dan puter2 juga udah dan sudah ga berhasil lagi. 

    Well, nampaknya ini saatnya untuk si headset beristirahat dengan tenang, dan saya nya yang ga tenang. Kembali ke headset kabel dulu untuk sementara waktu sampe ketemu temen yang bisa dititipin lagi untuk beli headset yang baru. Setelah dompet yang hilang, sekarang headset pun tersayang pun harus disimpan. Looks like It's a month of letting go for me.

    Thank you so much for your assistance my preciousss!

  • Beratnya Mengikhlaskan

    Ceritanya Sabtu kemarin waktu mau antri beli tiket nonton The Secret Life of Walter Mitty tiba-tiba di depan mba2 ticket nya bingung, loh kok dompet saya ga ada.. ah ketinggalan paling ya mikirnya, karena emang bawa tas yang beda dan feeling saya si dompet itu ada di tas yang satunya.

    OK, hari berganti lupa lah akan itu dompet sampai ketika besoknya waktu mau ambil uang beli sesuatu di warung, lha kok di tas yang ini juga ga ada? Mulai deg-degan… Bongkar semua ruangan kamar, angkat segala benda kali-kali nyelip, periksa kolong lemari dan tempat tidur masih ga ada juga 🙁

    Inget-inget lagi siapa tau ada di HQ, langsung tancap gas ke kantor, bongkar juga semua ruangan dan tempat-tempat biasa menggeletakkan dompetnya, well… ga nemu juga. Olrait, nampak si dompet lenyap (>_<)

    Mulai lah membayangkan dan flashback kegiatan seharian Jumat hingga sabtu nya, kemarin ngapain aja, pake ngeluarin dompet atau engga, masih ada atau engga dompetnya waktu itu. Coba juga langsung kontak tempat-tempat yang dituju, baik didatengin langsung dan tanya security dan customer service nya, hingga mang parkirnya, siapa tau aja jatuh dan ditemukan itu dompetnya. Astagfirullah… ada-ada aja…

    Sebenernya sih dompetnya udah lama, lecet-lecetnya juga udah banyak, isinya uang juga ga sampe seratus ribu **emang ga suka bawa uang banyak2 sih**. Mostly isinya adalah nota dan bon yang belum disortir, ha ha.. trus juga kartu-kartu identitas, kartu nama, KTP, SIM, kartu member-member gitu dan ATM serta kartu kredit. Trus juga ada benda-benda sentimental  dan pernak-pernik lainnya seperti unforgettable birthday greeting, foto bareng mama papa yang sengaja disimpen biar bisa dilihat sewaktu-waktu kalo kangen, casing simcard buat switch dari iPad ke modem GSM, memory card cadangan buat BB, kartu nama dan kartu donor darah PMI yang sudah dikoleksi beserta capnya sejak 2004.

    Well, secara nominal si ga akan banyak itu isi dompetnya, tapi isi dan memorinya yang lebih berharga. Mungkin sama kayak kalo hardisk eksternal atau leptop yang sudah digunakan bertahun-tahun serta dipake macem-macem, kalo tiba-tiba dia rusak atau hilang sebenernya nilai data yang ada di dalemnya lebih berharga daripada bendanya itu sendiri.

    Plus kebayang aja ribetnya kalau harus ngurus-ngurus setiap kartu dan dokumen yang hilang misalnya: KTP, SIM, kartu ATM dan kartu kredit, itu ada beberapa tempat yang kudu dikunjungi, lengkap dengan surat-surat hilang dan administrasi lainnya, belum lagi keluar biaya administrasi segala rupa. Fuuuh… inhale exhale dulu…

    "Ikhlaskan saja ya… kalau emang masih rezekinya, insyaAllah akan kembali lagi, dan mudah-mudahan mendapatkan ganti dengan yang jauh lebih baik" itu kalimat yang senantiasa dibisikkan dalam hati, dipikirkan dan dingiang-ngiangkan selalu.. mencoba untuk mengikhlaskan…

    Ikhlas itu nampak mudah untuk diucapkan dan diniatkan namun rada berat pada implementasinya ya, ha ha. "Time will heal", "you will got better", "you won't get something new unless you let go the one you have" dan masih banyak lagi sebenernya quote-quote yang terdengar biijak dan bener sih… tapi… tapi… tapi… tetap berat implementasinya.

    Ya, semoga dengan mencurahkan pikiran dan perasaan dalam tulisan ini bisa meringankan bebannya sedikit, serta bisa move on untuk follow up aja serta melakukan semua hal yang dibutuhkan dalam mengantisipasi kejadian ini. Ambil pelajaran berharganya saja, sebelumnya suka ga perhatian sama benda-benda, semoga kemudian bisa lebih diurusin dan diperhatiin lagi.

    Iseng-iseng googling eh malah nemu tips-tips ini : How to Let Things Go dan 40 Ways to Let Go and Feel Less Pain. Yaaa walaupun engga dalam konteks let go sesuatu yang berat-berat kayak di article itu, tapi beberapa tips nya bisa dipakai lah ya. Atau ada saran bagaimana tips dan caranya agar bisa lebih ikhlas? siapa tau bisa dipraktekkan langsung nih 🙂

    Entah kenapa juga perasaan ini menandakan kayaknya si dompet itu masih berada di sekitar saya, tapi entah di mana adanya. Semoga itu perasaan merupakan sixth sense yang benar adanya ya, ha ha ha…

    Ya semoga apapun yang terjadi, percaya saja pasti ada sesuatu yang baik dibaliknya yang memang sudah dirancang oleh Allah SWT. #masihmencobauntukikhlas #semogaberhasil #mohondoanyaya #amin